Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Tak Diakomodir pada PPPK 2021, Guru Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Program Ini di Tahun 2021, Baca Selengkapnya


Tak Diakomodir pada PPPK 2021, Guru Honorer Lulusan SMA Bisa Ikut Program Ini di Tahun 2021


ACEH UTARA NEWS - Kabar gembira buat seluruh guru honorer. Pemerintah secara resmi akan merekrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. Semua guru honorer baik yang mengabdi di sekolah negeri dan swasta berkesempatan mengikuti tes seleksi PPPK.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan tidak ada pembatasan kapasitas jumlah peserta. "Jadi tidak ada lagi prioritas, siapa yang lebih duluan. Semuanya boleh mengambil tes, yang lulus boleh menjadi PPPK," ungkap Nadiem seperti dikutip dari covid19.go.id.

Untuk tesnya sendiri akan dilaksanakan secara online. Jadi semua guru honorer yang ada bisa mengikuti asalkan sesuai kriteria menjadi peserta. Termasuk yang berusia diatas 35 tahun masih berkesempatan mengikuti. Jadi, ia menegaskan, bahwa tidak ada golongan atau kelompok yang diprioritaskan untuk menjadi PPPK pada tahun 2021.

Baca Juga: Ingin Ikut Seleksi PPPK 2021, Ini yang Harus Dilakukan Guru Honorer

Bahkan jika gagal pada tes pertama, bisa mengulang tes kedua dan ketiga. "Jadi saya harus merubah pola pikirnya, sudah tidak ada dahulu-dahuluan lagi. Semuanya bisa mengambil, pada 2021, bahkan bukan cuma sekali. Mereka bisa mengambil totalnya tiga kali mengambil, jadi kalau gagal, bisa mencoba lagi," lanjut Nadiem.

Lantas apakah guru honorer lulusan SMA bisa mengikuti tes ini?

Dikutip dari website resmi Kemendikbud, untuk mekanisme seleksi PPPK, individu yang mendapat hak mendaftar seleksi PPPK tahun 2021 yakni

1. Guru Honorer yang terdaftar di Dapodik baik mengajar di sekolah negeri maupun swasta;

2. Individu yang memiliki sertifikat pendidik;

3. Guru Honorer K2 yang pernah terdaftar di Dapodik ataupun Database BKN.

Memang belum dijelaskan secara spesifik syarat teknis pendaftaran. Namun dilihat dari syarat guru honorer yang terdaftar di Dapodik, hanya lulusan S1 atau D4 yang bisa mendaftar di Dapodik.

Ini juga ditegaskan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kotamobagu Sulawesi Utara, Kusnadi Pobela. "Sesuai UU guru dan dosen guru harus serendah-rendahnya S1. Itu juga sebagai syarat mendaftar d Dapodik," kata Dia Senin 21 Desember 2020.

Baca Juga: Batas Terakhir Sampai 31 Desember, Segera Lengkapi Syarat Ini untuk Daftar PPPK 2021

Namun guru honorer lulusan SMA sederajat jangan berkecil hati dulu, Pemerintah ternyata memiliki program beasiswa kuliah bagi para guru honorer. Program ini sudah berjalan di tahun 2020 namun dimungkinkan akan berlanjut di tahun 2021 nanti.

Para guru honorer diminta untuk terus menunggu program kuliah gratis ini agar tak ketinggalan.

Program peningkatan kualifikasi guru adalah program pendidikan yang diselenggarakan melalui pemberian Bantuan Pemerintah, yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan dan kapasitas berupa peningkatan kualifikasi akademik bagi guru pendidikan formal dan Pendidik PAUD Nonformal dalam jabatan, untuk memperoleh ijazah Sarjana atau Diploma IV dari perguruan tinggi yang terakreditasi.

Bantuan Pemerintah ini diperuntukkan bagi Guru Pendidikan Formal dan Pendidik PAUD Nonformal yang sedang menempuh program Sarjana/Diploma IV dan diprioritaskan tengah menyelesaikan skripsi atau tugas akhir.

Bantuan pemerintah untuk peningkatan kualifikasi akademik Sarjana atau Diploma IV (S-1/D-IV) bagi Guru/Pendidik dalam Jabatan adalah dana bantuan belajar yang diberikan oleh Pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan.

Dikutip dari gtk.belajar.kemdikbud.go.id, kuota untuk tahap pertama 2020 sebanyak 500 orang, dengan persyaratan:

1. Terdaftar di Dapodik

2. Aktif mendaftar pada satuan pendidikan

3. Masa kerja paling sedkit 5 tahun bagi guru dan 3 tahun bagi pendidik PAUD

4. Belum memiliki ijazah S1/D4

5. Tercatat sebagai mahasiswa di perguruan tinggi yang terakreditasi

6. Diproritaskan bagi guru TK dan SD

7. Diproritaskan bagi yang sedang proses penyusunan skripsi atau tugas akhir

8. Tidak sedang menerima bantuan dari instansi lain

9. Diprioritaskan bagi guru atau pendidik PAUD yang berusia paling tinggi 50 tahun pada akhir bulan Desember 2020

10. Memiliki surat izin belajar dari pejabat yang berwenang.

Untuk pendaftaran silakan kunjungi: https://studi.simpkb.id/

Sayangnya program ini telah ditutup per tanggal 5 September 2020. Namun diperkirakan program seperti ini bisa dibuka untuk tahun depan.

Nah untuk selalu mengakses program ini bisa klik di https://p3gtk.kemdikbud.go.id/laman/peningkatan-kualifikasi-guru.

Sebagai informasi tambahan, apabila diperlukan panduan telah menyediakan panduan penggunaan bagi guru yang dapat diakses secara daring pada https://bantuan.simpkb.id/books/simpkb-banpems1-guru/ .***

Sumber : Portal SULUT