Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Berduka, Gempa Guncang Mamuju-Majane Sulbar, Memakan Korban Sedikitnya 35 Orang dan Ratusan Orang Luka-Luka

Berduka, Gempa Guncang Mamuju-Majane Sulbar, Memakan Korban Sedikitnya 35 Orang dan Ratusan Orang Luka-Luka


Acehutaranews – Gempa bumi yang terjadi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat pada Jumat, 15 Januari 2021 berkekuatan magnitudo M=6,2. Episenter yang terjadi dini hari, pukul 01.28 WIB   telah menimbulkan korban jiwa.

Gempa berkekuatan 6,2 Episenter di pulau Sulawesi ini menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai ratusan lainnya dengan peringatan badan meteorologi gempa susulan, mungkin cukup kuat untuk memicu tsunami.

Gempa dahsyat tersebut melanda 6 km (3,73 mil) timur laut kota Majene, pada kedalaman 10 km yang relatif dangkal, menyebabkan ribuan penduduk yang ketakutan keluar dari rumah mereka dan melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tulis BMKG di akun Instagramnya yang dikutip FIX INDONESIA, Jumat 15 Januari 2021.

Gempa dan gempa susulan menyebabkan tiga tanah longsor, memutus aliran listrik, merusak jembatan ke pusat-pusat regional seperti Kota Makassar, dan merusak lebih dari 60 rumah, dua hotel dan kantor gubernur provinsi, di mana setidaknya dua orang terkubur di bawah reruntuhan, kata pihak berwenang.

Darno Majid, kepala badan bencana di Sulawesi Barat, mengatakan bahwa 35 orang telah meninggal akibat gempa di Majene, dan di distrik tetangga Mamuju, dengan lebih banyak kematian kemungkinan besar akan dikonfirmasi saat petugas penyelamat menyebar.

Informasi awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional menunjukkan 637 orang terluka di Majene, dan 24 orang terluka di Mamuju.

Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan tetapi Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia, Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam konferensi pers bahwa gempa susulan dapat terjadi, dengan kemungkinan gempa kuat lainnya dapat memicu tsunami.

Gempa susulan 'kuat' mungkin terjadi setelah gempa di Sulawesi, Indonesia. Setidaknya ada 26 gempa susulan, katanya, dengan gempa Jumat yang didahului oleh gempa berkekuatan 5,9 pada Kamis sore.

Juru bicara pemerintah provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin mengatakan pihak berwenang perlu memulihkan telekomunikasi, memperbaiki beberapa jembatan yang rusak dan mengirimkan tenda, makanan, dan persediaan medis.

BMKG mengimbau masyarakat  agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.

Bencana gempa di Pulau Sulawesi bukan pertama kali terjadi. Pada tahun 2018, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang menghancurkan dan tsunami berikutnya melanda kota Palu, di Sulawesi, menewaskan ribuan orang.

Sumber : FIX Indonesia