Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Guru Honorer Tagih Janji Mendikbud soal Pembelajaran Persiapan Tes PPPK

Guru Honorer Tagih Janji Mendikbud soal Pembelajaran Persiapan Tes PPPK

Acehutaranews - Sejumlah forum guru honorer menagih janji Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyiapkan materi pembelajaran online sebagai persiapan menghadapi rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Pasalnya, hingga sudah masuk pekan keempat, Kemendikbud belum menyiapkan materi pembelajarannya. "Katanya mau berikan materi pembelajaran online bagi guru-guru honorer bulan Februari agar siap menghadapi tes PPPK. Sampai sekarang enggak ada tuh," kata Ketua umum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat  kepada JPNN.com, Senin (22/2).

Saat ini para guru honorer hanya belajar sendiri tanpa panduan. Walaupun ada beberapa daerah yang dibantu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melaksanakan simulasi tes PPPK. "Ini kawan-kawan menunggu materinya. Paling tidak kami bisa simulasi seperti apa sih model pertanyaan nanti," ucapnya. Senada dengan Rizki Safari, Ketua DPD Forum Honorer Nonkategeri Dua Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (FHNK2 PGHRI) Jawa Timur Nurul Hamidah juga menunggu materi pembelajaran tersebut. Sayangnya, belum ada informasi apa-apa terkait hal itu.

Nurul mengaku pernah mencoba mendaftar simulasi tes PPPK di Jawa Tengah yang diselenggarakan PGRI. Namun, pelatihan tersebut ternyata hanya untuk wilayah Jateng. Nurul berharap, pelatihan tersebut bisa dilakukan secara nasional. Misalnya Kemendikbud menggandeng PGRI untuk melatih guru-guru honorer agar makin banyak yang lulus.

"Di Jatim, kami membentuk kelompok-kelompok belajar mandiri. Setiap hari kami berlatih mengerjakan soal dan mendiskusikannya. Mudah-mudahan ini bisa membantu teman-teman saat tes nanti," ucap Nurul.

Dia juga berharap, sebagian besar guru honorer bisa lulus di rekrutmen pertama. Walaupun ada kesempatan tes tiga kali tetapi mereka bertekad bisa lulus di seleksi PPPK tahap pertama.  "Berusaha untuk lulus karena usia makin menua agar bisa merasakan bagaimana kesejahteraan guru PPPK," tandasnya.

Sumber : JPNN.com